Sabtu, 08 April 2017

Ekstraksi




BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Metode pemisahan merupakan aspek penting dalam bidang kimia karena kebanyakan materi yang terdapat di alam berupa campuran.Untuk memperoleh materi murni dari suatu campuran, kita harus melakukan pemisahan.Berbagai teknik pemisahan dapat diterapkan untuk memisahkan campuran.Perusahaan air minum, memperoleh air jernih dari air sungai melalui penyaringan pasir dan arang.
Pembahasan pada bab ini akan difokuskan pada teknik pemisahan ekstraksi. Ekstraksi pelarut pada umumnya digunakan untuk memisahkan sejumlah gugus yang diinginkan.Teknik pengerjaan meliputi penambahan pelarut organik pada larutan air yang mengandung gugus yang bersangkutan. Dalam pemilihan pelarut organik diusahakan agar kedua jenis pelarut (dalam hal ini pelarut organik dan air) tidak saling tercampur satu sama lain. Selanjutnya proses pemisahan dilakukan dalamcorong pemisah dengan jalan pengocokan beberapa kali. Partisi zat-zat terlarut antara dua cairan yang tidak dapat campur (immiscible).
Diantara berbagai jenis metode pemisahan, ekstraksi pelarut atau  disebut juga ekstraksi air merupakan metode pemisahan yang paling baik dan popular. Alasan utamanya adalah bahwa pemisahan ini dapat dilakukan baik dalam tingkat makro ataupun mikro.Seseorang tidak memerlukan alat yang khusus atau canggih kecuali corong pemisah.Prinsip metode ini didasarkan pada distribusi zat terlarut dengan perbandingan tertentu antara dua pelarut yang tidak saling bercampur seperti benzene, karbon tetraklorida atau kloroform.Batasannya adalah zat terlarut dapat ditransfer pada jumlah yang berbeda dalam kedua fase pelarut.Teknik ini dapat digunakan untuk preparative dan pemurnian.Mula-mula metode ini dikenal dalam kimia analisis.

1.2. Rumusan Masalah
1.  Apa yang dimaksud dengan ekstraksi? .
2.Apa tujuan dari ekstraksi?.
3.Jelaskan masing-masing jenis ekstraksi?.
4.Apa saja reagensia yang digunakan untuk ekstraksi?




1.3. Tujuan Penulisan
Untuk memberikan pengetahuan kepada para pembaca khususnya mahasiswa/mahasiswi tentang “Ekstraksi” yang dilakukan didalam melakukan analisa.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Definisi Ekstraksi
Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan suatu subtansi atau zat dari campurannya dengan menggunakan pelarut yang sesuai.

2.2.Tujuan Ekstraksi
Untuk menarik semua komponen kimia yang terdapat dalam simplisia. Ekstraksi ini didasarkan pada perpindahan massa komponen zat padat ke dalam pelarut dimana perpindahan mulai terjadi pada lapisan antar muka, kemudian berdifusi masuk ke dalam pelarut.
Secara umum, terdapat empat situasi dalam menentukan tujuan ekstraksi:

1.      Senyawa kimia telah diketahui identitasnya untuk diekstraksi dari organisme.Dalam kasus ini, prosedur yang telah dipublikasikan dapat diikuti dan dibuat modifikasi yang sesuai untuk mengembangkan proses atau menyesuaikan dengankebutuhanpemakai.
2.      Bahan diperiksa untuk menemukan kelompok senyawa kimia tertentu, misalnya alkaloid, flavanoid atau saponin, meskipun struktur kimia sebetulnya dari senyawa ini bahkan keberadaannya belum diketahui. Dalam situasi seperti ini, metode umum yang dapat digunakan untuk senyawa kimia yang diminati dapat diperoleh dari pustaka. Hal ini diikuti dengan uji kimia atau kromatografik yang sesuai untuk kelompok senyawa kimia tertentu.
3.      Organisme (tanaman atau hewan) digunakan dalam pengobatan tradisional, dan biasanya dibuat dengan cara, misalnya Tradisional Chinese medicine (TCM) seringkali membutuhkan herba yang dididihkan dalam air dan dekok dalam air untuk diberikan sebagai obat. Proses ini harus ditiru sedekat mungkin jika ekstrak akan melalui kajian ilmiah biologi atau kimia lebih lanjut, khususnya jika tujuannya untuk memvalidasi penggunaan obat tradisional.
4.      Sifat senyawa yang akan diisolasi belum ditentukan sebelumnya dengan cara apapun. Situasi ini (utamanya dalam program skrining) dapat timbul jika tujuannya adalah untuk menguji organisme, baik yang dipilih secara acak atau didasarkan pada penggunaan tradisional untuk mengetahui adanya senyawa dengan aktivitas biologi khusus.

Proses pengekstraksian komponen kimia dalam sel tanaman yaitu pelarut organik akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif, zat aktif akan larut dalam pelarut organik di luar sel, maka larutan terpekat akan berdifusi keluar sel dan proses ini akan berulang terus sampai terjadi keseimbangan antarakonsentrasi cairanzataktifdidalam dan di luar sel.
2.3.Jenis-Jenis Ekstraksi

A.Ekstraksi secara dingin
1.Metode meserasi
Istilah meceration berasal dari bahasa latin macerare yang artinya “merendam”. meserasi adalah mencari zat aktif yang dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari yang sesuai selama tiga hari pada temperatur kamar terlindung dari cahaya, cairan penyari akan masuk ke dalam sel melewati dinding sel.Isi sel akan larut karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan di dalam sel dengan di luar sel. Larutan yang konsentrasinya tinggi akan terdesak keluar dan diganti oleh cairan penyari dengan konsentrasi rendah ( proses difusi ). Peristiwa tersebut berulang sampai terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan di luar sel dan di dalam sel. Selama proses maserasi dilakukan pengadukan dan penggantian cairan penyari setiap hari. Endapan yang diperoleh dipisahkan dan filtratnya dipekatkan.

2.Metode Soxhletes
Penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara serbuk simplisia ditempatkan dalam klonsong yang telah dilapisi kertas saring sedemikian rupa, cairan penyaring dipanaskan dalam labu alas bulat sehingga menguap dan dikondensasikan oleh kondensor bola menjadi molekul-molekul cairan penyari yang jatuh ke dalam klonsong menyari zat aktif di dalam simplisia dan jika cairan penyari telah mencapai permukaan sifon, seluruh cairan akan turun kembali ke labu alas bulat melalui pipa kapiler hingga terjadi sirkulasi. Ekstraksi sempurna ditandai bila cairan di sifon tidak berwarna, tidak tampak noda jika di KLT, atau sirkulasi telah mencapai 20-25 kali. Ekstrak yang diperoleh dikumpulkan dan dipekatkan.
           
            3. Metode Perkolasi
Istilah perkolasi berasal dari bahasa latin, per yang artinya “memulai” dan colare yang artinya”merembes”.
Pencarian zat aktif yang dilakukan dengan cara serbuk simplisia dimaserasi selama 3 jam, kemudian simplisia dipindahkan ke dalam bejana silinder yang bagian bawahnya diberi sekat berpori, cairan penyari dialirkan dari atas ke bawah melalui simplisia tersebut, cairan penyari akan melarutkan zat aktif dalam sel-sel simplisia yang dilalui sampai keadan jenuh. Gerakan ke bawah disebabkan oleh karena gravitasi, kohesi, dan berat cairan di atas dikurangi gaya kapiler yang menahan gerakan ke bawah. Perkolat yang diperoleh dikumpulkan, lalu dipekatkan.

B.Ekstraksi secara panas
1.Metode refluks
Penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara sampel dimasukkan ke dalam labu alas bulat bersama-sama dengan cairan penyari lalu dipanaskan, uap-uap cairan penyari terkondensasi pada kondensor bola menjadi molekul-molekul cairan penyari yang akan turun kembali menuju labu alas bulat, akan menyari kembali sampel yang berada pada labu alas bulat, demikian seterusnya berlangsung secara berkesinambungan sampai penyarian sempurna, penggantian pelarut dilakukan sebanyak 3 kali setiap 3-4 jam. Filtrat yang diperoleh dikumpulkan dan dipekatkan.
2.Metode Destilasi uap
Pencarian minyak menguap dengan cara simplisia dan air ditempatkan dalam labu berbeda. Air dipanaskan dan akan menguap, uap air akan masuk ke dalam labu sampel sambil mengekstraksi minyak menguap yang terdapat dalam simplisia, uap air dan minyak menguap yang telah terekstraksi menuju kondensor dan akan terkondensasi, lalu akan melewati pipa alonga, campuran air dan minyak menguap akan masuk ke dalam corong pisah, dan akan memisah antara air dan minyak atsiri.
            
3.Metode Rotavapor
      Proses pemisahan ekstrak dari cairan penyarinya dengan pemanasan yang dipercepat oleh putaran dari labu alas bulat, cairan penyari dapat menguap 5-10º C di bawah titik didih pelarutnya disebabkan oleh karena adanya penurunan tekanan. Dengan bantuan pompa vakum, uap larutan penyari akan menguap naik ke kondensor dan mengalami kondensasi menjadi molekul-molekul cairan pelarut murni yang ditampung dalam labu alas bulat penampung.
2.4.Ekstraksi Berdasarkan Campurannya
1.   Ekstraksi Cair-cair
Ekstraksi cair(ekstraksi pelarut) adalah zat yang di ekstraksi di dalam csmpuran berbentuk cair yang di gunakan untuk memeisahkan zat seperti iod atau logam tertentu di dalam air.
2.   Ekstraksi Padat-Cair
Ekstraksi padat cair adalah zat yang diekstraksi di dalam campuran yang berbentuk padat. digunakan untuk mengisolasi zat berkhasiat yang terkandung dalam bahan alam.

2.5 Faktor-Faktor Yang Menguntungkan Dari Ekstraksi
o   Kekuatan basa dari gugus penyempit(pengelat). kestabilann kompleks sepit yang terbentuk oleh suatu ion logam tertentu, umumnya bertambah dengan bertambahnya kekuatan basa zat penyempit sepeti di ukur dari nilai pK -nya.
o    Sifat dari atom donor(penyumbang)dalam zat penyempit. ligan-ligan yang mengandung atom-atom dari jenis basa lunak,membentuk kompleks-kompleks mereka yang paling stabil dengan ion-ion logam dari grup klas(b) yang relatif sedikit itu, (yaitu:asam-asam lunak), maka merupakan reagensia yang lebih selektif.
o   Ukuran cincin. cincin sepit-terkonjugasi yang beranggota-lima atau eman, adalah yang paling stabil, karena zatini mempunyai regangangan yang minimum. gugus fungsional dari ligan harus terletak sedemikian sehingga mereka memungkinkan terbentuknya sebuah cincin yang stabil.
o   Efek resonansi dan sterik. kestabialn stuktur sepit meninggkat oleh sumbangan berupa struktur-stuktur resonansi pada cincin sepit itu.

2.6 Reagensia Untuk Ekstraksi
Banyak kompleks logam bewarna dalam larutan air, bila di ekstraksi dengan sebuah pelarut alami, ekstrak yang bewarna itu dapat dipakai langsung untuk menetapkan konsentrasi logam itu dengan teknik kolorimetri, atau spektrofotometri.
-        Asetilaseton(pentana-2,4-dion).
-        Tenoiltrifluoroaseton(TTA=Thenoyltrifluoroacetone)
-        8-hidroksikuinolina (oksina)
-        dimetilglioksim
-        1-nitroso-2-naftol
-        kupferon (garam amonium dari N-nitosol-N-fenilhi8droksilamina)
-        difeniltiokarbazon (ditizon)
-        natrium dietilditiokarbamat
-        toluena-3,4-ditiol (ditiol)
-        tri-n-butil fosfat
-        tri-n-oktifosfina oksida

2.7Beberapa Pertimbangan Praktis Untuk Ekstraksi
Ekstraksi pelarut digunakan dalam analisis untuk memisahkan suatau zat terlarut yang dianggap penting dari zat yang mengganggu dalam analisis kuantitatif terakhir tehadap bahan.
Pemilihan pelarut untuk ekstraksi ditentukan oleh pertimbangan-pertimbang sebagai berikut :
1.   angka banding distribusi yang tinggi untuk zat terlarut,angka banding rendah untuk zat pengotor yang tidak diinginkan.
2.   kelarutan yang rendah dalam fase air
3.   viskositas yang cukup rendah, dan rapatan yang cukup besar dari fase air untuk mencegah terbentuknya emersi
4.   keberacunan (toksisitas) yang rendah, tidak mudah terbakar
5.   mudah mengambil zat terlarut dari zat pelarut untuk analisis berikutnya.

2.8 Beberapa Bahan Alam Yang Dapat Di Ekstraksi
-        Kunyit                                 
-        Kayu Manis
-        Cengkeh
-        Temulawak
-        Daun Jambu Biji
-        Kopi
-        Daun Jeruk, dll.


BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

1.      Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan suatu subtansi atau zat dari campurannya dengan menggunakan pelarut yang sesuai.

2.Jenis-jenis Ekstraksi dibagi menjadi dua macam yaitu:
1.      Ekstraksi cara Dingin
a.       Metode Meserasi
b.      Metode Soxhlet
c.       Metode Perkolasi
2.      Ekstraksi Cara Panas
a.       Metode refluks
b.      Metode Destilasi Uap
c.       Metode Retavapor
3.      Reagensia Untuk Ekstrasi adalah Asetilaseton ( Pentana 2,4 dion ), Tenoiltrifluoroaseton ( TTA + Thenoyfluoroaacetone ), 8-hidroksikuinaolina ( oksina ), dimetilglioksim, 1-nitroso-2-naftol,kuprefon (garam amonium dari N-nitrosol-N-fenilhi8droksilamina ), difeniltiokarbazon ( ditizon ), natrium dietilditiokarbamat, toluena-3,4-ditiol, tri-n-butil fosfat, tri-n-oktifosfina oksida.
4.      Beberapa bahan alam yang dapat digunakan dalm ekstraksi adalah seperti kunyit,Kayu Manis,Cengkeh,Temulawak,Daun Jambu Biji,Kopi,Daun Jeruk, dll.


3.2. Saran
Perlu diadakannya pelatihan atau praktek langsung tentang ekstraksi agar para mahasiswa/mahasiswi dapat mengaplikasikan teori yang didapatkan dari berbagai sumber agar mampu  memahami lebih dalam.






DAFTAR PUSTAKA
Armid. 2009. Penuntun Praktikum Metode Pemisahan Kimia. Unhalu.
Kendari.

Cahyono, Bambang. 1991. Segi Praktis dan Metode Pemisahan Senyawa
Organik.Semarang: UNDIP Press

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

makalah PCR

BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Bioteknologi diartikan sebagai penerapan prinsip ilmu dan rekayasa dalam pemanfaatan mak...