Sabtu, 08 April 2017

Makalah Haemometer




BAB I
PENDAHULUAN
1.Latar Belakang
Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat, prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan. Beberapa kegunaan alat dapat dikenali berdasarkan namanya. Penamaan alat-alat yang berfungsi mengukur biasanya diakhiri dengan kata meter seperti hemometer, thermometer, hygrometer, dan spektrofotometer.
Sebelum melakukan praktikum, terlebih dahulu kita harus mengenal atau mengetahui tentang alat-alat yang digunakan dalam melakukan praktikum tersebut. Hal ini berguna untuk mempermudah kita dalam melaksanakan percobaan, sehingga resiko kecelakaan di laboratorium dapat ditanggulangi. Kebersihan dan kesempurnaan alat sangat penting untuk bekerja di laboratorium. Alat yang kelihatan secara kasat mata, belum tentu bersih, tergantung pada pemahaman seorang analis mengenai apa artinya bersih.
Ketetapan  hasil analisa kimia sangat tergantung pada mutu bahan kimia dan peralatan yang dipergunakan, disamping pengertian pelaksanaan tentang dasar analisa yang sedang dikerjakan serta kecermatan dan ketelitian kerjanya sendiri. Ketelitian dan kecermatan kerja, selain merupakan sifat pribadi seseorang akan dapat pula diperoleh karena bertambahnya pengamatan kerja seseorang sehingga menjadi kebiasaan yang berguna bagi kelancaran kerjanya. Penanganan bahan kimia dan peralatan pokok yang banyak dipergunakan merupakan persyaratan penting demi keselamatan dan hasilnya pekerjaan analisa kimia.
          Seperti halnya dalam menggunakan hemometer,yaitu alat yang digunakan untuk menetapkan kadar hemoglobin dalam darah seseorang dengan metode sahli. Ketika ingin menggunakan hemometer terlebih dahulu kita harus mengetahui cara penggunaannya,dan apabila ingin melakukan pemeriksaan hemoglobin dengan hemometer, terlebih dahulu harus memerhatikan hememoter tersebut serta mutu bahan kimia yang akan digunakan agar hasil pemeriksaan yang diperoleh akurat.

2.Rumusan masalah
a. Apa yang dimaksud dengan hemometer?
b.Apa fungsi dari hemometer?
c.Bagaiamana cara penggunaan hemometer?
3. Tujuan
a.Untuk memahami apa yang dimaksud dengan hemometer
b.Untuk mengetahui fungsi dari hemometer
c.Untuk mengetahui cara penggunaan hemometer


















BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Hemometer
Hemometer merupakan instrumen laboratorium yang digunakan untuk mengukur kadar hemoglobin dalam darah seseorang dengan menggunakan metode sahli. Yang mana metode sahli merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengukur kadar hemoglobin  dengan cara hemoglobin diubah menjadi hematin asam, kemudian warna yang terjadi dibandingkan dengan standar warna dalam alat sahli.

B.Komponen Hemometer Sahli
1.      Alat pembanding warna
Alat pembanding warna (batang standar) atau standar hemoglobin yang terdapat pada alat tersebut,Batang standar ini tahan terhadap cuaca dan sukar memucat.

2.     Tabung Sahli
Tabung sahli (tabung hemoglobin) terbuat dari kaca ada yang persegi dan ada yang bulat.Tiap tabung mempunyai garis tanda pada kedua belah sisinya,Satu menyatakan kadar Hb dalam (%) dan satu lagi menyatakan kadar Hb dalam gram/dl.

3.     Pipet Sahli
Pipet sahli (pipet hemoglobin) mempunyai garis tanda 20,artinya bila darah dihisap sampai angka ini maka volume darah 20cmm = 0,02 ml.
4.     Selang penghisap.
5.     Batang pengaduk

6.     Pipet Pasteur
Pipet pengencer darah (pipet Pasteur) ialah pipet polos untuk mencampurkan darah dengan air suling.

C.Tujuan Penggunaan Hemometer
Menetapkan kadar hemoglobin dalam darah seseorang dengan metode sahli.

D.Prinsip Kerja Hemometer
Hemoglobin darah diubah menjadi asam hematin dengan pertolongan larutan HCL, lalu kadar dari asam hematin ini diukur dengan membandingkan warna yang terjadi dengan warna standard memakaimata biasa.

E.Penggunaan hemometer :
Penetapan HB metode sahli didasarkan atas pembentukan asam hematin setelah darah ditambah dengan larutan HCl 0,1 N, kemudian diencerkan dengan akuades. Pengukuran secara visual dengan mencocokkan warna larutan sampel dengan warna batang gelas standar.
Metode yang digunakan adalah membandingkan warna sampel darah dengan warna merah standar. Warna sampel darah didapatkan pada pemisahan globin dari hemoglobin dengan penambahan HCl ( asam klorida ) untuk menghasilkan asam hematin yang warnanya diukur oleh colorimetri.
Hemoglobin darah diubah menjadi asam hematin dengan pertolongan larutan HCl,lalu kadar dari asam hematin ini diukur dengan membandingkan warna yang terjadi dengan warna standar memakai mata biasa.







F.CARA KERJA HEMOMETER

1.Alat :
a.     Pipet Hb Sahli
b.     Hemoglobinometer
c.      Batang pengaduk
d.     Tabung pengencer hemomete
2.Bahan Pemeriksaan :
Darah yang telah diberi antikoagulan/EDTA
3.Reagen
a.     Aquadest
b.     Asam Klorida

4.Cara Pemeriksaan :
a. Tabung hemometer diisi dengan larutan HCL 0,1 N sampai tanda 2
b. Hisaplah darah kapiler/vena dengan pipet Sahli sampai tepat pada tanda 20 ul.
c. Hapuslah kelebihan darah yang melekat pada ujung luar pipet dengan kertas tissue secara hati-hati jangan sampai darah dari dalam pipet berkurang.
d. Masukkan darah sebanyak 20 ul inike dalam tabung yang berisi larutanHCL tadi tanpa menimbulkan gelembung udara.
e. Bilas pipet sebelum diangkat dengan jalan menghisap dan mengeluarkan HCL dari dalam pipet secra berulang-ulang 3 kali
f. Tunggu 5 menit untk pembentukan asam hematin
g. Asam hematin yang terjadi diencerkan dengan aquades setetes demi setetes sambil diaduk dengan pengaduk dari gelas sampai didapat warna yang sama dengan warna standard.
h. Miniskus dari larutan dibaca. Miniskus dalam hal ini adalah permukaan terendah dari larutan (meniskus bawah)

G.Nilai normal
Laki-laki : 14 – 18 gram/dl
Wanita : 12 – 16 gram/dl

H. Kesalahan yang sering terjadi
1. Alat/regen kurang sempurna, yaitu :
a. Volume pipet Hb tidak selalu tepat 20 ul
b. Warna standard sering sudah pucat.
c. Kadar larutan HCL sering tidak dikontrol.
2. Orang yang melakukan pemeriksaan :
a. Pengambilan darah kurang baik.
b. Penglihatan pemeriksa tidak normal atau sudah lelah.
c. Intensitas sinar/penerangan kurang.
d. Pada waktu waktu membaca hsil dipermukaan terdapat gelembung udara.
e. Pipet tidak dibilas dengan HCL.
f. Pengenceran tidak baik.

I.PEMELIHARAAN 
• Dengan membersihkan tabung dengan sikat pembersih 
• Sebelum disimpan, pastikan tabung dalam kondisi bersih dan kering sehingga tidak menimbulkan lumut

J.KALIBRASI HAEMOMETER 
Tidak bisa dikalibrasi, apabila ada kerusakan alat diganti dengan yang baru.




















BAB III
PENUTUP
A.            Kesimpulan
Hemometer ialah instrumen laboratorium yang digunakan untuk mengukur kadar hemoglobin dalam darah seseorang dengan menggunakan metode sahli. Yang terdiri atas alat pembanding warna (batang standar) atau standar hemoglobin, tabung pengencer (tabung hemoglobin), pipet darah (pipet hemoglobin), aspirator/selang penghisap, batang pengaduk, pipet pengencer darah (pipet Pasteur). Yang memiliki prinsip kerja yaitu hemoglobin darah diubah menjadi asam hematin dengan pertolongan larutan HCL, lalu kadar dari asam hematin ini diukur dengan membandingkan warna yang terjadi dengan warna standard memakai mata biasa.




















DAFTAR PUSTAKA

http://duniaprikanan.blogspot.co.id/2014/12/haemometer-hemoglobinometer.html
http://keperawatankomunitas.blogspot.co.id/2010/04/pemeriksaan-darah-rutin-hemoglobin-cara.ht



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

makalah PCR

BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Bioteknologi diartikan sebagai penerapan prinsip ilmu dan rekayasa dalam pemanfaatan mak...