Sabtu, 08 April 2017

Makalah Haemocytometer



 BAB 1
PENDAHULUAAN
A.  Latar belakang
Hemocytometer adalah perangkat yang awalnya dirancang untuk perhitungan sel darah. Hemacytometer biasa juga disebut suatu alat yang dapat digunakan untuk melakukan perhitungan sel secara cepat dan dapat digunakan untuk konsentrasi sel yang rendah.
Hemacytometer adalah metode perhitungan secara mikroskopis. Ruang hitung terdiri dari 9 kotak besar dengan luas 1 mm². Satu kotak besar di tengah, dibagi menjadi 25 kotak sedang dengan panjang 0,05 mm. Satu kotak sedang dibagi lagi menjadi 16 kotak kecil. Dengan demikian satu kotak besar tersebut berisi 400 kotak kecil. Tebal dari ruang hitung ini adalah 0,1 mm. Sel bakteri yang tersuspensi akan memenuhi volume ruang hitung tersebut sehingga jumlah bakteri per satuan volume dapat diketahui (Mikapin, 2012).
Hemacytometer ini di temukan oleh Louis-Charles Malassez dan terdiri dari sebuah slide mikroskop kaca tebal dengan lekungan persegi panjang yang menciptakan sebuah kamar. Ruangan ini di ukir dengan laser-grid tergores garis tegak lurus. Peranglat ini dibuat dengan hati-hati sehingga daerah yang dibatasi oleh garis diketahui dan kedalaman ruangan ini juga dikenal. Hemacytometer sering digunakan untuk menghitung sel-sel darah, organel dalam sel, sel-sel darah dalam cairan tulang punggung ke otak setelah melakukan tusukan tumbal, atau jenis sel lain di suspensi.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud Hemocytometer
2.      Bagaimana cara menghitung jumlah sel leukosit,trombosit,dan eritrosit
3.      Apa keuntungan dan kerugian menggunakan Hemocytometer

C.     Tujuan
a.            Tujuan umum
Tujuan umum dari penulisan makalah ini untuk melengkapi tugas dari mata kuliah Instrumentasi.
b.      Tujuan Khusus
1.     Agar mahasiswa mengetahui pengertian Hemocytometer.
2.     Agar mahasiswa mengetahui fungsi Hemocytometer.
3.     Agar mahasiswa mengetahui keuntungan dan keruugian Hemocytometer.
4.       Agar mahasiswa mengetahui cara menggunakan Hemocytometer







BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian
Hemocytometer adalah Alat ini digunakan untuk menghitung jumlah sel darah, leukosit, trombosit, dan eritrosit. yang terdiri dari beberapa alat yaitu: kamar hitung dan dua macam pipet yaitu pipet thoma erytrosit dan pipet thoma lekosit. 
1.     Kamar hitung
Kamar hitung yang sebaiknya dipakai adalah yang mempunyai garis bagi.Luas dari pada seluruh yang dibagi ialah 9mm2 dan dibagi menjadi 9 bidang besar yang luasnya masing-masing 1mm2. Bidang besar dibagi lagi menjadi 16 bidang sedang yang luasnya masing-masing ¼ x ¼ mm2 .bidang yang di tengah dibagi lagi menjadi 25 bidang dan tiap bidang dibagi menjadi 16 bidang kecil, jadi seluruh bidang kecil jumlahnya 400 buah, yang masing-masing luasnya 1/20 1/20 mm2.
Tinggi kamar hitung yaitu jarak antara permukaan yang bergaris-garis dan kaca penutup yang terpasang adalah 1/10 mm. volum dalam kamar hitung dapat dirinci sebagai berikut :



·        1 bidangkecil          =1/20 x 1/20 x 1/10     = 1/4000 mm3
·        1 bidangsedang      =1/4 x1/4 x 1/10          = 1/160 mm3
·        1 bidangbesar         = 1 x 1 x 1/10              =1/10 mm3
·        Seluruhbidang yang dibagi    = 3 x 3 x 1/10     =9/10 mm3

Prosedur Mengisi Kamar Hitung :
v  Mengisi kamar hitung
v  Letakkan kamar hitung yang telah benar-benar bersih dengan kaca penutup yang terpasang mendatar di atas meja.
v  homogenkan pipet yang berisi tadi selama 3 menit terus-menerus (jangan sampai ada cairan yang terbuang dari pipet saat dihomogenkan)
v  Buang semua cairan yang ada pada batang kapiler pipet (3-4 tetes) dan kemudian sentuhkan ujung pipet (sudut 30º) dengan menyinggungkan pinggir kaca penutup pada kamar hitung. Biarkan kamar hitung tersebut berisi cairan perlahan-lahan dengan gaya kapilaritasnya sendiri.
v  Biarkan kamar hitung yang telah berisi tersebut selama 2-3 menit agar leukosit-leukosit mengendap. Jika tidak akan dihitung segera, simpan kamar hitung tersebut dalam cawan petri tertutup yang berisi kapas basah.
1.   Pipet thoma leukosit
Pipet thoma leukosit : berfungsi sebagai untuk mengencerkan darah dalam pemeriksaan jumlah leukosit dan eosinofil
Ciri-ciri pipet:
a.    Skala dari 0.5 ; 1 ; dan 11
b.    Didalamnya terdapat bola kaca berwarna putih dan berguna untuk mencampurkan darah dengan reagen yang digunakan, pada batang kapiler terdapat garis-garis yang menandakan jumlah volume (0,5 : 1 ; 11 ) angka-angka ini menunjukkan jumlah pengenceran atau perbandngan volume.
c.    Pengenceran darah yang dilakukan dengan menggunakan pipet ini yaitu 20x untuk hitung leukosit dan 10x untuk hitung eosinofil.
2.   Pipet thoma eritrosit
Pipet thoma eritrosit : berfungsi  untuk mengencerkan darah dalam pemeriksaan  jumlah eritrosit yang terdiri dari sebuah pipa kapiler yang bergaris bagi dan membesar pada salah satu ujung menjadi bola.
Ciri –ciri pipet :
a.    Skala dari 0,5 ; 1 ; 101
b.    Didalamnya terdapat bola kaca berwarna merah.
c.    Pengenceran darah yang dilakukan dengan menggunakan alat ini yaitu 200 kali untuk eritrosit maupun trombosit.
Yang terpenting dalam menentukan jumlah sel ialah pengencerannya bukan garis-garis yang terdapat di pipet tersebut.         
B.     Prosedur kerja menghitung jumlah sel leukosit,erittrosit,dan trombosit
1.      Pemeriksaan Hitung Jumlah Leukosit (sel darah putih)
a.       Prinsip kerja :
Darah di encerkan dengan lar. Turk maka sel darah selain leukosit akan hancur oleh asam asetat dan leukosit akan di warnai oleh gentian violet jumlah leukosit dalam volume pengenceran tersebut di hitung dengan menggunakan bilik hitung.
b.      Prosedur kerja :
¨  isaplah darah (kapiler, EDTA, Oxalat) dengan pipet leukosit sampai garis tanda 0,5 tepat.
¨  Hapuslah kelebihan darah yang melekat pada ujung pipet.
¨  Masukan ujung pipet ke dalam lar.Turk sambil menahan darah pada garis tadi. Pipet di pegang dengan sudut 45º danlar. Turk di isap perlahan sampai garis tanda 11. Jangan sampai ada gelembung udara.
¨  Angkat pipet dari cairan, tutup ujung pipet dengan ujung jari lalu lepaskan karet penghisap. Kocok pipet itu selama 3 menit.
¨  Buang cairan dari pipet 3-4 tetes dan segera sentuhkan ujung pipet dengan sudut 30º pada permukaan kamar hitung dengan menyinggung pinggir kaca penutup. Biarkan kamar hitung itu terisi cairan dengan daya kapilernya.
¨  Biarkan kamar hitung itu 2-3 menit pada cawan petri yang telah berisi kapas basah supaya leukosit mengendap.
¨  Hitung jumlah leukosit dengan menggunakan object kecil 10×/40× pada 4 bidang besar.
¨  Pengenceran yang terjadi ialah 20× jumlah sel yang sudah di hitung dalam 4 bidang besar itu di bagi 4 menunjukkan jumlah sel leukosit dalam 0,1 µ. Kalikan itu dengan 10 (tinggi) dan20 (pengenceran) untuk mendapatkan jumlah leukosit dalam 1 darah.
RUMUS: ∑ leukosit = N×50
Nilai normal Leukosit:
4000-10000/µL darah.

2.      Pemeriksaan Hitung Jumlah Eritrosit (sel darah merah)
a.    Prinsip kerja
Darah di encerkan dengan lar.hayem maka eritrosit dapat dihitung menggunakan bilik hitung improven neubauer dalam 5 bidang kecil (5r).
b.    Prosedur kerja
*      Isaplah darah (kapiler, EDTA, Oxalat) dengan pipet eritrosit sampai garis tanda 0,5 tepat.
*      Hapuslah kelebihan darah yang melekat pada ujung pipet.
*      Masukkan ujung pipet ke dalam lar.Hayem sambil menahan darah pada garis tadi. Pipet di pegang dengan sudut 45º danlar.Hayem di isap perlahan sampai garis tanda 101. Jangan sampai ada gelembung udara.
*      Angkat pipet dari cairan. Tutup ujung pipet dengan ujung jari lalu lepaskan karet penghisap. Kocok pipet itu selama 3 menit.
*      Buang cairan dari pipet 3-4 tetes dan segera sentuhkan ujung pipet dengan sudut 30º pada permukaan kamar hitungdengan menyinggung pinggir kaca penutup. Biarkan kamar hitung itu terisi cairan dengan daya kapilernya.
*      Biarkan kamar hitung itu 2-3 menit pada cawan petri yang telah berisi kapas basah supaya leukosit mengendap.
*      Hitung jumlah eritrosit dengan menggunakan object kecil 40× pada 5 bidang kecil.
*      Pengenceran yang terjadi ialah 200×. Luas tiap bidang kecil 1/400mm2. Factor untuk mendapatkan jumlah eritrosit per µ darah menjadi 5×10×200 = 10.000.
             RUMUS: ∑ Eritrosit = N×10.00
Nilai normal eritrosit:
Wanita       : 4-5 juta/ µL darah.
Pria            :4,5-5,5 juta/ µL darah.




3.      Pemeriksaan Hitung Jumlah Trombosit (keeping-keping darah)
a.    Prinsip kerja
Darah diencerkan dengan lar.amonium oksalat 1% maka sel lain dalam darah tidak jelas terlihat kecuali trombosit.
b.    Prosedur kerja
*   Dipipet 1990 µl larutan ammonium oksalat 1% kedalam tabung reaksi
*   Di tambahkan 10 µl darah K2EDTA sampel ke dalam larutan tersebut (pengenceran 200x) lalu pipet di bilas
*   Dicampur sampai homogen selama 1 menit
*   Di taruh pada bilik hitung dan di diamkan 10 menit didalam cawan petrik dengan tissue basah (agar trombosit mengendap)
*   Di hitung pada mikroskop pembesaran 40x
Perhitungan : 25R x 2000
Nilai normal :
150.000-450.000 sel/µl darah







C.     Kelebihan dan Kekurangan menggunakan Hemocytometer
a.       Kelebihan
Kelebihan perhitungan sel dengan menggunakan hemocytometer adalah dapat menghitung jumlah sel yang hidup maupun mati, tergantung dari pewarna yang di gunakan. Misalnya bila pewarna trypan blue dicampurkan ke dalam larutan sel yang hidup tidak akan berwarna dan sel yang mati akan berwarna biru. Kelebihan lainnya adalah morfologi sel dapat diamati, dapat mengevaluasi homogenitas dan dapat mendeteksi kontaminasi. Selain itu cepat dalam menghasilakn data karena langsung di hitung pada pada waktu itu juga.
b.      Kekurangan
Metode ini memiliki beberapa kelemahan diantaranya tidak dapat digunakan untuk mikroba yang berukuran terlalu kecil seperti bakteri.









BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Jadi hemocytometer adalah alat yang di gunkan untuk menghitung sel:
a.       Leukosit (sel darah putih)
b.      Eritrosit (sel darah merah)
c.       Trombosit (keeping-keping darah)
B.     Saran dan Kritik
a.      Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya.
b.      Penyusun makalah mengharapkan kritik dan saran yang membangun bagi kelancaran dan kesempurnaan penyusunan makalah berikutnya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

makalah PCR

BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Bioteknologi diartikan sebagai penerapan prinsip ilmu dan rekayasa dalam pemanfaatan mak...